GANJAR S. C.

3 Sep 2009

KEBANGGAAN TUKANG BAKSO PADA INDONESIA

love-merah-putih Pagi datang, si kecil Doni terjaga. Saatnya berangkat ke sekolah. Hari ini hari pertamanya masuk sekolah dasar. Perut terisi, badan segar, dan ibu siap mengantarkannya ke sekolah. Tiap pagi ada hal baru yang ibu ajarkan.

Nak, kita tinggal di Negara Indonesia. Negara yang kaya raya. Jadi kalau nanti ditanya Ibu Guru Doni tinggal dimana, Doni jawab apa? tanya ibu.

Indonesia negara yang kaya raya, teriaknya.

Pintar anak ibu, tapi cukup jawab Indonesia, ya, sahut ibu.

Ya, bu, jawab Doni.

Ibu Guru datang memperkenalkan dirinya, lalu menanyakan nama murid-muridnya. Setelah itu Ibu Guru bertanya.

Anak-anak, apa nama negara kita? tanya Ibu Guru.

Seperti tak ada waktu untuk berpikir, Doni dengan lantang berteriak.

Kata ibu, aku tinggal di Indonesia, negara yang kaya raya, teriaknya.

Ibu Guru terdiam sejenak lalu matanya berkaca-kaca tanda bahagia.

Ya, betul nak. Negara kita Indonesia. Ayo beri tepuk tangan untuk Doni, kata Ibu Guru.

Kelas tiba-tiba ramai dengan suara tepuk tangan. Doni yang penakut segera berlari ke arah ibunya di luar kelas lalu memeluknya. Doni kebingungan oleh suara tepuk tangan yang mengagetkannya.

Tak apa nak, kamu pintar. Jadi kamu ditepuktangani. Itu artinya teman-teman bangga padamu. Ayo kembali ke kelas, kata ibu.

Doni segera berlari ke dalam kelas melanjutkan belajarnya. Benar-benar hari yang mendebarkan.

Itulah Bang Doni (34) ketika ditanya pengalaman waktu kecilnya. Bang Doni adalah tukang bakso di daerah Wisma Jaya, Bekasi. Dia menjadi tukang bakso karena orangtuanya meninggal. Tak ada biaya untuk sekolah. Hanya makan bangku sekolah sampai kelas 2 SMP. Dia diajarkan kakeknya membuat bakso. Mau tak mau Bang Doni harus berdagang untuk kelangsungan hidupnya. Ketika ditanya, Bang Doni selalu menasehatiku agar memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya.

Bang Doni masih semangat kok. Ini buktinya, katanya sambil mengeluarkan uang Rp 47.000,00 hasil dagangan hari ini.

Hari ini 17 Agustus ya? Pasti seminggu sebelum hari ini sudah ramai bendera dan umbul-umbul berkibar di tiap rumah dan pinggir jalan, kata Bang Doni.

O, ya, cat merah putih di gerobak Abang eksis terus nih Bang? tanyaku menyelang pembicaraan.

Ya, memang Abang suka kalau gerobak Abang dicat merah putih. Abang rasa gerobak Abang sedang tertiup angin kemerdekaan sama seperti dulu. Kita harusnya bersyukur. Saat kita lahir negara sudah merdeka. Coba kalau masih dijajah. Dulu orang mengibarkan bendera merah putih dilarang. Hanya bendera Belanda warna merah putih biru yang boleh berkibar. Kalau sekarang bendera Indonesia sudah ramai saat Agustusan datang. Jadi ini wujud rasa bangga Abang pada Indonesia dengan mengecat gerobak dengan warna merah putih. Makanya ini jadi semangat buat Abang. Walau pembeli sepi Abang bisa tetap semangat. Kamu belajar yang rajin, ya. Kamu beruntung orangtuamu masih mampu menyekolahkanmu. Mudah-mudahan nanti kamu bisa dapat kerja yang enak. Pasti orangtuamu senang. Nah, sekarang kamu harus punya semangat. Einstein dan kawan-kawan dulunya sama seperti kita. Dilahirkan tak berdaya. Tapi mereka punya semangat lebih untuk mengubah kehidupannya. Kamu juga pasti bisa meraih cita-citamu, katanya menjelaskan.

Ya, aku harus semangat. O, ya, apa sih yang membuat Abang bangga pada Indonesia? tanyaku.

Abang yakin walau Amerika dan Jepang negara yang hebat, pasti mereka bangga pada Indonesia. Ya, walau hanya sekadar kagum. Indonesia memiliki banyak pulau, budaya, bahasa daerah, lagu daerah, tarian daerah, flora dan fauna, dan lain-lain. Mungkin karena saking banyaknya kekayaan itu beberapa negara ingin merebutnya. Hal itu terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan yang ketat dari para petugas. Belum lagi banyak flora dan fauna endemik lainnya. penangkapan-orangutanOrangutan termasuk satwa langka yang hanya ada di Indonesia. Sejenak kalau orang mendengar orangutan atau monyet terkadang orang membuatnya sebagai ejekan. Apa? Monyet? Orangutan? Ya, jangan sebut-sebut keluarga sendiri dong. Ya, kebanyakan seperti itu ucapan mereka. Kalau dipikir-pikir kata orang zoologi itu benar. 97% gennya mirip manusia. O, ya, satwa seperti itu hanya ada di Indonesia. Jadi kewajiban kita menjaga dan melestarikannya. Kalau kita tak menjaganya banyak orang yang dengan kejam menjadikan mereka sebagai binatang sirkus, dibunuh, bahkan diawetkan lalu dijadikan pajangan di rumah orang tak berperasaan. Selain itu banyak flora dan fauna seperti bunga bangkai, anggrek hitam, buah merah, cendrawasih, kasuari, anoa, dan…, o, ya, kamu tahu kan kenapa Indonesia dijajah? Itu karena kita punya rempah-rempah yang tidak ada duanya di dunia. Mungkin suhu udara di sana dingin. Jadi mereka butuh rempah-rempah untuk menghangatkan tubuh. Bukan jadi pembeli malah jadi penjajah. Ya, begitulah otak licik mereka. Indonesia hanya dibodohi waktu itu. Kalau bicara rempah-rempah jadi ingat lagu Koes Plus orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Ya, bisa diumpamakan seperti itu. Mungkin karena saking suburnya seakan-akan tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman. Jadi wajar kalau tumbuhan langka banyak tumbuh di Indonesia. Belum lagi tambang emas, batubara, dan barang tambang lainnya. Tapi kebanyakan orang-orang kita juga rakus. Sekali menambang, eh ketagihan. Malah diambil besar-besaran lagi. Padahal barang tambang kan tak bisa diperbarui. Bisa habis kalau begini caranya. Selain itu karena Indonesia memiliki banyak pulau, maka otomatis Indonesia memiliki banyak kebudayaan. Mulai dari bahasa, senjata, baju, rumah, upacara perkawinan dan pemakaman, serta budaya-budaya lainnya yang berbeda satu sama lain. O, ya, budaya satu ini yang tak kalah menarik yaitu batik. membatikBatik sejauh ini sudah mendunia. Negara lain mulai mencoba membuatnya, tetapi batik Indonesia tetap nomor satu di dunia. Sebagai wujud rasa bangga kita, waktu TK sampai SMA sehari dalam seminggu kita diwajibkan memakai batik seragam dari sekolah. Malah beberapa instansi sudah menggalakkan dengan mewajibkan anggotanya memakai batik sehari dalam seminggu. Hal itu bukan suatu paksaan, melainkan kesadaran pribadi untuk membela aset bangsa, yaitu batik. Jadi apa yang membuat kita tak bangga dengan negara sekaya ini? tutur Bang Doni.

Ya, Bang. Kita harus bangga sebagai rakyat Indonesia karena kekayaan yang melimpah di tanah air kita ini. Tapi kita harus menjaganya dari apapun yang ingin mengusik aset bangsa. O, ya, kalau seandainya Abang bertemu dengan Presiden RI, apa yang ingin Abang sampaikan? tanyaku.

Abang akan bilang, presiden sebagai pemimpin harus bisa mengatur negerinya yang amat kaya ini, bisa mengatur rakyatnya untuk bisa menjaga aset-aset bangsa, bisa membawa perubahan ke depan seperti kata orang bijak esok harus lebih baik dari sekarang, bisa menunjukkan bahwa Negara Zamrud Khatulistiwa dan Macan Asia masih ada di dunia ini, bisa membantu rakyat miskin untuk sekolah karena bangsa ini harus cerdas, dan bisa menyelaraskan keharmonisan antara manusia, hewan, dan tumbuhan agar dapat hidup berdampingan satu sama lain, kata Bang Doni sambil memandangi langit, membayangkan bisa bertemu dengan Presiden RI.

O, ya, sebagai rakyat kita juga harus berpikiran maju. Wajar kalau dulu rakyat kita bodoh. Karena dulu mereka dilarang bersekolah. Tapi walaupun begitu mereka punya semangat lebih untuk bangkit. Kita yang sekarang sudah merdeka jangan mau menjadi bodoh dan harus punya semangat lebih seperti pejuang kita dulu. Kita buktikan bahwa para penjajah telah salah menjajah negeri ini. Tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang mampu mengubah dunia. Hilangkan prasangka buruk terhadap para pemimpin kita. Mereka sudah dipercaya mampu memerintah negeri dengan baik. Jadi kita serahkan saja semuanya di tangan mereka. Tapi kalau pemerintah banyak yang tidak bersih, Abang yakin merekalah para penjajah nyata negeri ini, kata Bang Doni menegaskan.

Tak terasa matahari sudah tenggelam. Mengobrol dengan Abang Doni sungguh menambah pengetahuan bagiku. Dia lebih dari tukang bakso di mataku. Saatnya aku pulang ke rumah. Tapi tak disangka Bang Doni memberiku semangkok bakso yang telah rapi dibungkusnya. Bukan hanya baik, Bang Doni juga memberi semangat lebih untukku seperti layaknya bendera yang berkibar.


TAGS merah putih indonesiaku di blogdetik


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post